Tampilkan postingan dengan label jejak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jejak. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2014

Jejak Sejarah Tentang Bung Karno Di Blitar

Bumi Bung Karno adalah Julukan bagi Kota Blitar - Jawa Timur. Julukan itu karena di daerah yang bersih, rapi dan berhawa sejuk ini terdapat beberapa tempat yang menjadi jejak sejarah Bung Karno, Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Tempat itu adalah Ndalem Gebang, Makam Bung Karno dan Museum Bung Karno. Berada di sana akan membawa kita menikmati nuansa sejarah dan jejak perjuangan Sang Proklamator itu.

1. Ndalem Gebang

Foto lama tentang Bung Karno itu berwarna sephia dan  tampak kusam. Bung Karno tampil  gagah dengan mengenakan peci, jas dan berbagai atributnya sebagai seorang Presiden. Sayang, beberapa bagian pada foto itu  terlihat mengelupas dan sepertinya dibiarkan apa adanya. 
Foto itu sangat menarik karena selain tampak kuno yang  menampilkan sosok Presiden  Republik  Indonesia yang pertama, juga karena tempat  dipajangnya foto itu sendiri.
Foto itu berada di Ndalem Gebang yang berada di Kota Blitar - Jawa Timur . Ndalem Gebang ini identik dengan Bung Karno dan begitu pula sebaliknya.
Ndalem Gebang ( Rumah tinggal Bung Karno ) merupakan rumah tempat tinggal orang tua Bung Karno. Rumah ini letaknya tidak jauh dari makam Bung Karno. Tepatnya di Jalan Sultan Agung No. 59 Blitar yang berjarak sekitar 2 km ke arah selatan dari makam Bung Karno. 
Sejak tahun 2012, Ndalem Gebang ini dibeli oleh Pemerintah Kota Blitar senilai Rp 35 Miliar dai ahli waris Ndalem Gebang.Rumah ini dulu  sebenarnya milik bapak Poegoeh suami dari Sukarmini, kakak kandung Bung Karno.
Selain ditempati oleh kedua orang tua Bung Karno, ditempat ini pula Sang Proklamator pernah tinggal ketika masa-masa remaja. Banyak sekali kenangan Bung Karno pada Ndalem Gebang ini.

2. Makam Bung Karno 


Makam Bung Karno berada pada lahan yang sangat luas di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan, sekitar 3 km dari pusat kota. Cukup mudah untuk menuju ke lokasinya.Untuk memasuki makam Bung Karno ini tidak dipungut tiket masuk.
Memasuki makam ini dimulai dari sebuah gapura Agung yang menghadap ke selatan. Bentuk gapura menyerupai gapura Bentar atau gapura yang terbelah seperti pada Candi Wringin Agung di Mojokerto dengan tambahan pada beberapa bagiannya.
Makam Bung Karno dinaungi sebuah bangunan berbentuk Joglo, yakni bentuk seni bangunan khas budaya Jawa. Makam itu  di apit oleh makam kedua orang tua beliau, yaitu di sebelah  kiri ada  Makam Ayahanda  yaitu R. Soekeni Sosrodihardjo  dan di sebelah kanan  ada makam Ibundanya yaitu Ida Aju Njoman Rai. 

Cungkup Makam Bung Karno  diberi nama Astono Mulyo. Pada bagian atas cuungkup terdapat kayu yang berukir dan motif yang indah.

Diatas makam diletakkan sebuah batu nisan yang terbuat dari batu pualam berwarna hitam yang bertuliskan : 
" Disini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Dan Presiden  Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. "
Pada masa lalu, makam Bung Karno diberi dinding kaca sebagai penyekat ruangan sehingga peziarah hanya bisa melihat batu nisan dari luar kaca penyekat.  Dan pada  masa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati sebagai wakil presidennya, dinding kaca yang membatasi bangunan makam itu dibongkar total. 
=======================================================================

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :

Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog
Cara Mudah Membuat Toko Online
Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog  

OLeh-oleh Khas Tuban 

Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur 
Kelenteng Dengan Lukinsan Kuno Yang Indah  
Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang
Wanita Inspiratif Ala Putri Herlina Dan Lennes Imut-imut
Gereja Yang Indah Dan Unik Di Jawa Timur

Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan

Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur

Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono

Kisah Batu Kodok Di Lamongan

Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan



Patung Gajah Mungkur Yang Unik Di Gresik
Kisah Batu Gajah Yang Unik Di Tuban
Jejak Nostalgia Wisata Museum Di Surabaya 
Menyapa Monyet Liar Di Pemandian Bektiharjo 
Indahnya Kesenian Kuda Di Jawa Timur 

Pelabuhan Kuno Yang Legendaris Di Tuban 
Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe

Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta


Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan 


Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk


Uniknya Memancing Di Ranu Grati Pasuruan 
Sejuta Kisah Menarik Di Kelenteng Kwan Sing Bio 
Jejak Perjuangan Bangsa Di Museum Benteng Vredeburg  
Koleksi Wayang Kulit Di Museum Santet

Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio 

Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong

Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio

Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track 

Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio


Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban  

Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik 


Eksotisme Tradisi dan Budaya Dalam Pengantin Betawi
Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga


Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban 

Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo

Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban

Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah 

Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban 


Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro

Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya

Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna
Koleksi Tengkorak Manusia Di Museum Santet
Sumur Gemuling Yang Keramat Di Makam Sunan Bejagung

Misteri Jutaan Ikan Keramat Di Gua Ngerong 

Jejak Budaya Kerajaan Majapahit Di Candi Jabung

Aksi Premanisme Di Air Terjun Madakaripura 

Ondel-ondel Betawi Yang Unik dan Artistik
Oleh-oleh Dendeng Tokek Dari Probolinggo

Ancaman Maut Di Anak Gunung Kelud 
Jejak Vandalisme Makam Belanda Di Surabaya
Spa Alami Di Wisata Gunung Kelud 
Penampakan Hantu Di Petilasan Gembul
Kelenteng Boo Hway Bio Yang Indah Di Mojoagung

Misteri Gedung Singa Di Kota Surabaya
Nuansa Menegangkan Di Terowongan Gunung Kelud
Tauwa, Kuliner Peranakan Tionghoa Di Nusantara
Sayembara Unik Mengangkat Mesin Ketik Kuno
Sejuta Kekaguman Di Wisata Gunung Kelud

Mobil Mercedes Benz Kuno Peninggalan Bung Karno 
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Nostalgia Bung Karno Dengan Tokoh-tokoh Dunia
Gereja Batu Yang Unik Di Puhsarang Kediri
Patung Budha Sedang Tidur Di Mojokerto

Nostalgia Bung Karno dengan Tokoh Populer Dunia
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Kelenteng Hok Liong Kiong Yang Indah Di Jombang
Patung Makco Thian Shang Sen Mu Di Kediri 
Masjid Cheng Ho Yang Indah Unik Di Surabaya 

Sisi Lain Monumen Tugu Pahlawan Surabaya 
Ragam Kapal dan Perahu Tradisional di Lamongan 
Sosok Dokter Perintis Museum SANTET  
Meriahnya Parade Senja Di Grahadi Surabaya 
Pura Mandara Giri Semeru Yang Megah Di Lumajang

Kuda Unik Yang Bermahkota dan Bersayap
Jejak Sekolah Presiden Soekarno Di Surabaya
Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Di Lamongan
Kisah Ali Baba Di Istana Boneka
Lukisan Ala Komik Di Kelenteng Bojonegoro 

Gadis di Tuban  Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan
Wisata Religi Di Makam Sunan Giri
Nasi Krawu Yang Nikmat dan Khas Gresik
Kue Pudak yang Nikmat dan Khas Gresik

Gedung Setan Yang Terkenal Di Surabaya
Mengenang Marching Band Sampoerna Yang Fenomenal
Indahnya Panorama Senja Di Pantai Kartini 
Pasar Tradisional Di Ranuyoso Yang Eksotis
Kelenteng Sumber  Naga Di Kota Probolinggo  

Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi 
Bunker Peninggalan Belanda Di Surabaya
Wisata Guci Alit Yang Indah Di Lumajang 
Pura Luhur Poten Di Lautan Pasir Gunung Bromo

Gunung Bromo Yang Indah Dan Mengesankan
Lokomotif Kuno Di Museum Probolinggo
Legenda Tank Amfibi Peninggalan Belanda Di Ranu Grati 
 
Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari 
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Pameran Foto Bol Brutu di House Of Sampoerna 
Makam Siti Fatimah Binti Maimun Yang Unik 
Wanita Mini 75 cm dari Tuban 
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban 
Tradisi Bubur Suruh Di Makam Sunan Bonang
Btah Kenitu Yang Nikmat Dan Segar 
Kesenian Jaran Bodag Yang Eksotis dari Probolinggo

Bertemu Bajak Laut Di Lamongan
Indahnya Pasar Bunga Kayun Di Surabaya
Wisat` Laut Tuban Yang Mengecewakan
Makam Panjang 9 Meter di Gresik
Arca-arca Kuno Di Pemandian Banyu Biru  
Relief Erotis Di Situs Gua Pasir 

 Tips Mencari  Dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog

 Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #2

Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #3 

Mengenal Karakter Pemasang Iklan Di Blog  

Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog
================================================================

 3. Museum Bung Karno 

Lukisan Bung karno yang sedang berdiri dengan mengenakan jas dan membawa keris tangan kirinya itu seolah biasa saja dan tak ada yang istimewa. Namun jika kita menyimaknya dengan teliti pada tatapan mata dan dada Bung Karno, baru terasa ada sesuatu yang istimewa.



Tatapan mata Sang Proklamator di lukisan itu seolah mengawasi dan mengikuti ke arah mana kita bergerak. Ada nuansa tiga dimensi pada lukisan itu. Tak kalah uniknya, konon pada bagian dada dalam lukisan itu juga seolah senantiasa berdetak tiada dentinya.
 
Kanvas di dada kiri Bung Karno bergerak maju-mundur, menciptakan ilusi degup jantung. Menariknya, ritme degup jantung ini sekitar 60-70 detak per menit, mirip manusia normal.Menjadikannya seolah sebagai lukisan yang Hidup .Namun keganjilan pada lukisan itu baru terlihat jika  pengunjung melihat lukisan dari samping.

Lukisan yang unik dan menarik itu terdapat di Museum Bung Karno di Kota Blitar - Jawa Timur. Lokasinya berada dalam satu kompleks Wisata Makam Bung Karno dan berhadapan dengan bangunan Perpustakaan Bung Karno.

Lukisan itu berbingkai kayu berwarna  emas dengan ukuran sekitar 1,5x1,75 meter tersebut dan ditopang penyangga besi sekitar setengah meter dari dinding. Dengan dipajang di dekat pintu masuk, lukisan itu merupakan salah satu koleksi yang  menarik perhatian pengunjung  museum ini.

Selain lukisan yang unik itu, di museum Bung karno juga terdapat koleksi-koleksi lainnya yang menyimpan jejak Sang Proklamator. Koleksi itu berupa pakaian jas milik Bung Karno yang berwarna putih polos. 

Ada juga koleksi lembaran uang rupiah yang bergambar Presiden Soekarno.Uang dalam nilai  Rp 100 keluaran tahun 1954 dan Rp 1000 keluaran tahun 1964 itu juga unik karena konon bisa menggulung dengan sendirinya bila diletakkan di tangan orang-orang tertentu.




Sebuah koper tua milik Bung Karno juga dipajang disana. Koper produksi Jerman itu dulunya sering digunakan oleh Bung karno untuk menyimpan barang-barang dan dokumen-dokumen lainnya bila bepergian 

Di dalam koper itu terdapat sebuah replika keris kuno yang bernama Kiai Sekar Djagad dan berwarna emas yang  merupakan keris kembaran milik Bung Karno. Ada juga sebuah gamelan kuno berupa Gong yang tampaknya dikeramatkan melihat dari adanya sesajian bunga setamanyang ditempatkan di bagian bawahnya.


Di Museum ini terdapat cukup banyak foto-foto tentang Bung Karno baik semasa anak-anak hingga dewasa.
  
 Menyimak pajangan foto-foto itu terasa cukup lengkap dalam mengenang sosok tentang perjalanan Bung Karno.


Diantara foto-foto itu juga terdapat pajangan foto-foto rumah di luar Pulau Jawa sebagai tempat pengasingan Bung Karno oleh pihak kolonial. Salah satunya adalah foto rumah tempat pengasingan Bung Karno selama tahun 1934-1938 di Ende , Flores - Nusa Tenggara Timur.


Di bagian akhir menuju pintu keluar museum terdapat pajangan Buku tentang Bung Karno yang berjudul Di bawah bendera revolusi. Pada halaman buku yang sangat tebal itu terdapat tanda tangan asli Bung Karno.


Selain itu juga terdapat koleksi yang berupa benda-benda filateli yang menampilkan sosok Bung karno.

 
Yang menarik, di bagian depan museum Bung Karno terdapat  Patung yang merupakan replika dari sosok Bung Karno . Pose dan posisi pada patung Bung Karno yangs sedang duduk dengan kaki yang menyilang dan membaca buku itu  meniru pose dan posisi pada sebuah foto lama Bung Karno.


Patung itu sering menjadi obyek berfoto ria oleh pengunjung museum dan perpustakaan  karena menjadi Land Mark dan kenangan indah ketika berkunjung ke Museum Bung Karno ini.


Selengkapnya...

Sabtu, 01 Februari 2014

Jejak Budaya Kerajaan Majapahit Di Candi Jabung


Mendengar nama Candi Jabung tentu banyak orang yang masih merasa asing dengan Nama itu. Pasalnya, Candi Jabung ini lokasinya cukup jauh dari pusat kota. 

Walau lokasi candi ini sebenarnya cukup  mudah dijangkau dengan akses jalan yang baik, ternyata masih banyak warga yang belum tahu tentang apa dan bagaimana sosok candi yang bersejarah itu.


Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
  
Click :  Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban 
Candi Jabung berada di Desa Jabung Candi kecamatan Paiton – Kabupaten Probolinggo. Sekitar 25  km jaraknya dari Pusat kota.  Berada di tengah perkampungan yang terletak  sekitar 500 m dari Jalan raya Probolinggo – Situbondo.
Sebagai penanda mudahnya untuk menuju ke candi ini adalah Balai Desa Jabung Sisir yang berada tepat di tepi jalan raya itu. Dengan mengedarkan pandangan mata sejenak dari balai desa itu akan terlihat papan arah menuju ke candi Cabung.

 Sosok Candi Jabung  terlihat  cukup tinggi dan megah. Taman dan halaman candi terawat  dengan bersih, rapi dan asri. Bangunan candi ini terbuat dari bahan  Batu bata. Karena itu, dari kejauhan candi Jabung ini tampak berwarna merah bata.

Candi  yang bersifat  agama  Budha dan Siwaistik  ini memiliki  tinggi bangunan  16,20  m ,panjang 13,13 m dan  lebar  9,60 m dengan  posisi menghadap ke arah barat . Berada pada ketinggian 8 km  di atas permukaan laut dengan luas kompleks candi  yang sekarang menacapai 20.042 m2 setelah mendapatkan perluasan tambahan tanah tinjauan pengadaan.


Dulunya bangunan candi Jabung hanya berada di lahan seluas  35x40 m. Bentuk arsitektur candi Jabung sangat menarik. 

Tubuh bangunan candi berbentuk bulat silinder  segi delapan dan berdiri di bagian atas kaki candi yang berbentuk persegi dan bertingkat tiga. Sedangkan bagian atapnya berbentuk stupa.

Sepintas gaya bangunan candi ini mengingatkan pada gaya bangunan  Candi Brahu di Mojokerto. Namun ada juga yang megatakan secara tipologis bentuknya seperti candi Muara Takus di Riau dan Biaro Bahal di Padang Sidempuan.
 
Pada tahun 1983-1987 Pemerintah melakukan pemugaran bangunan candi Jabung  dan sekalgus menetapkannya sebagai Cagar Budaya.

Sayang sekali bangunan candi Jabung sudah tidak utuh lagi. Atap candi  Sudah Runtuh dan raib entah kemana sehingga sampai sekarang tidak diketahui bagaimana bentuk Candi Jabung ini  secara utuh pada masa lampau. Candi Jabung ini  dalam Kitab Nagarakertagama disebut  Candi Kalayu, sedangkan dalam Kitab Pararaton disebut Candi Sajabung.

Dalam kitab Negarakertagama pupuh XXXI diceritakan bah wa Raja Hayam Wuruk setelah sampai di daerah Kalayu mengadakan upacara persembahan. Diperkirakan Kalayu itu adalah nama desa jabung di masa lampau.Sedangkan di  kitab Pararaton disebutkan bahwa  di desa Sajabung terdapat bangunan suci yang diberi gelar abhiseka : Barajinaparamitapuri.

Menyimak  dan mencermati bangunan Candi  Jabung. Di bagian atas candi terdapat hiasan Relief Kala yang berbentuk kepala naga dan sulur-suluran sehingga lebih sering disebut dengan nama relief Kala Naga.

 Ada empat Relief Kala Naga yang terdapat di empat sisi bagian atas Candi Jabung . Namun sayang pada salah satu sisi tinggal panil kosong saja, sedangkan relief kepala naganya sudah raib entah kemana.

 ---------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di             bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  
OLeh-oleh Khas Tuban 


Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna 
Pesawat Nomad TNI Angkatan Laut  Di Museum Probolinggo 
Gereja Merah Yang Unik Di Probolinggo 
Bau Amis Darah Di Museum Kesehatan
Bunker Roti Manis Peninggalan Belanda Di Surabaya 
Pakaian Dokter Jawa Di Jawa Pada Masa Lampau  
Selaksa Kekaguman Di Wisata Gunung Kelud 
Arca-arca Yang Indah Di candi Penataran

Bisnis Tokek Yang Menggiurkan Ala Probolinggo
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Ruangan Dunia Lain Di Museum Kesehatan
Tengkorak Manusia Koleksi Museum Santet 
Makam Residen Belanda Yang Terlantar Di Surabaya

KRI Dewa Ruci Yang Legendaris Di Surabaya 
Kambing Bertanduk Empat Di Kebun Binatang Blitar 
Peringatan Hari Armada RI ke 67 Di Surabaya
Sembahyang Umat Hindu Di Gunung Kelud 
Patung Kuno Yang Dijarah Di Makam Belanda

Ancaman Maut Di Anak Gunung Kelud 
Jejak Vandalisme Makam Belanda Di Surabaya
Spa Alami Di Wisata Gunung Kelud 
Penampakan Hantu Di Petilasan Gembul
Kelenteng Boo Hway Bio Yang Indah Di Mojoagung

Misteri Gedung Singa Di Kota Surabaya
Nuansa Menegangkan Di Terowongan Gunung Kelud
Tauwa, Kuliner Peranakan Tionghoa Di Nusantara
Sayembara Unik Mengangkat Mesin Ketik Kuno
Sejuta Kekaguman Di Wisata Gunung Kelud

Mobil Mercedes Benz Kuno Peninggalan Bung Karno 
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Nostalgia Bung Karno Dengan Tokoh-tokoh Dunia
Gereja Batu Yang Unik Di Puhsarang Kediri
Patung Budha Sedang Tidur Di Mojokerto

Nostalgia Bung Karno dengan Tokoh Populer Dunia
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Kelenteng Hok Liong Kiong Yang Indah Di Jombang
Patung Makco Thian Shang Sen Mu Di Kediri 
Masjid Cheng Ho Yang Indah Unik Di Surabaya 

Jejak Bioskop Peninggalan Dinasti Sampoerna
Nuansa Misteri Di Mercusuar Sembilangan Madura
Patung Dewi Kwan Im Di Pantai Surabaya
Jejak Kerajaan Majapahit Di Candi Brahu
Jejak Makam Belanda Di Kota Surabaya

Sisi Lain Monumen Tugu Pahlawan Surabaya 
Ragam Kapal dan Perahu Tradisional di Lamongan 
Sosok Dokter Perintis Museum SANTET  
Meriahnya Parade Senja Di Grahadi Surabaya 
Pura Mandara Giri Semeru Yang Megah Di Lumajang

Relief Kucing Di Kelenteng Tjoe Ling Kiong - Tuban
Kota TEXAS Di Lamongan 
Museum Yang Menyimpan Benda-Benda Santet 
Harimau dan Singa Liar Di Lamongan
Benda-benda Bernuansa Mistis dan Magis di Museum
Bisnis Tokek Yang Menggiurkan Ala Probolinggo

Kuda Unik Yang Bermahkota dan Bersayap
Jejak Sekolah Presiden Soekarno Di Surabaya
Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Di Lamongan
Kisah Ali Baba Di Istana Boneka
Lukisan Ala Komik Di Kelenteng Bojonegoro 

Gadis di Tuban  Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan
Wisata Religi Di Makam Sunan Giri
Nasi Krawu Yang Nikmat dan Khas Gresik
Kue Pudak yang Nikmat dan Khas Gresik

Gedung Setan Yang Terkenal Di Surabaya
Mengenang Marching Band Sampoerna Yang Fenomenal
Indahnya Panorama Senja Di Pantai Kartini 
Pasar Tradisional Di Ranuyoso Yang Eksotis
Kelenteng Sumber  Naga Di Kota Probolinggo  

Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi 
Bunker Peninggalan Belanda Di Surabaya
Wisata Guci Alit Yang Indah Di Lumajang 
Pura Luhur Poten Di Lautan Pasir Gunung Bromo


Wanita Mini 75 cm dari Tuban 
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban 
Tradisi Bubur Suruh Di Makam Sunan Bonang
Buah Kenitu Yang Nikmat Dan Segar 
Kesenian Jaran Bodag Yang Eksotis dari Probolinggo

Bertemu Bajak Laut Di Lamongan
Indahnya Pasar Bunga Kayun Di Surabaya
Wisat` Laut Tuban Yang Mengecewakan
Makam Panjang 9 Meter di Gresik
Arca-arca Kuno Di Pemandian Banyu Biru  
Relief Erotis Di Situs Gua Pasir 

Rumah Kucing Di Lamongan 
Pesona Kuda Jingkrak di Tuban
Rumah Sakit Hantu Di Lamongan 
Foto Gus Dur di Kelenteng Boen Bio 
Gulai Kacang Hijau Yang Unik Ala Surabaya

Nuansa Horor Di Museum Kesehatan
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio
Situs Bangunan Kuno Di Kayangan Api 

         Camilan Ampo Yang Terbuat dari Tanah
         Menguji Adrenalin di Watu Ondo
Rambu Ala Slankers Di Bojonegoro
Buah Kepel Sebagai Deodoran Alami
Kelenteng Mungil Poo Tong Biaw di Besuki

Nikmat dan Segarnya Es Dawet Siwalan
Indahnya Alun-alun Tuban di Malam Hari
Pesona Kesegaran Air Terjun Sri Getuk
Ribuan Ikan dan Kelelawar di Gua Ngerong 

 
Rumah Gajah Mungkur Yang Indah Dan Unik
Museum Anak Kolong Tangga
Jangkar Bermata Empat Di Museum Kambang Putih
Pesona Keindahan Candi Prambanan
Parade Foto-foto Indah Karya Brutuis

Pondok Pesantren Dalam Gua Yang Fenomenal
Minuman Legen Yang Nikmat dan Segar
Jejak Majapahit di Candi Jabung  
Uang Lama Dan Kuno Keluaran Probolinggo
Kesenian Singo Ulung Yang Eksotis Dari Bondowoso
   
Tips Mencari  Dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog

Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #2

Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #3 

Mengenal Karakter Pemasang Iklan Di Blog  
================================================================
Pada bagian tengah bangunan candi terdapat  tangga dan pintu masuk yang ternyata di dalamnya ada sebuah bilik berukuran 2,60 m x 2,58 m dan tinggi 5,52 m yang didalamnya terdapat batu penutup cungkup yang berukir. Di dalam bilik candi terdapat altar yang menempel di dinding pada biah utara, timur dan selatan.Sayang dinding pada bagian timur ada tanda bekas pengrusakan akibat jarahan tangan-tangan jahil. Diduga disana dulunya terdapat arca untuk pemujaan.

Pada bagian tubuh candi juga banyak terdapat relief-relief yang sebagian besar belum diketahui jalan ceritanya. Relief-relief yang umumnya berkisah tentang kehidupan sehari-hari dimasa lampau itu juga tidak terlihat jelas karena sudah termakan aus.
 
Diantaranya adalah relief pertapa yang berhadapan dengan muridnya, dua pria yang berada dekat sumur, pepohonan dan dedaunan dan juga satwa. Ada relief tentang satwa yang menarik yaitu relief harimau dan singa yang saling berhadapan dan ada juga yang saling bertolak belakang.Selain itu juga ada relief-relief  berbentuk padma, medalion ,sulur-suluran dan hiasan  lainnya.

Menurut inskripsi yang terdapat pada gawang pintu masuk candi terdapat  angka tahun 1276 Saka ( 1354 Masehi ) yang merupakan masa awal pemerintahan Raja Hayam Wuruk, raja keempat Kerajaan Majapahit yang berkuasa tahun 1351-1389 M.

Selain bangunan candi induk,  di kompleks candi jabung juga terdapat bangunan candi lainnya yang berukuran lebih kecil dan juga berbahan batu bata.  Sisi bangunannya berukuran 2,55 m dan tinggi sekitar 6 meter. Karena berada di sudut kompleks candi, candi yang tampak mungil ini disebut dengan nama Candi menara Sudut atau Candi Sudut.

Ada juga kompleks pemandian kuno yang terletak di desa Tamansari, sekitar 2km dari kompleks candi. Pemandian itu diperkirakan masih ada kaitannya dengan sejarah candi Jabung.





Baca juga dan Klik artikel menarik berikut ini  :


Penari Balet Yang Memasang Pisau Di Sepatunya

Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban


Gaun Pengantin Terbuat dari 9999 Kuntum Mawar 
 Click Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban





Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 



di Link berikut ini :

www.blogger.comblogspot.com



Selengkapnya...