Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Selasa, 31 Desember 2013
5 Ritual Unik Untuk Medatangkan Hujan di Indonesia
Hujan merupakan pristiwa jatuhnya air dari langit ke tanah, hujan sangat penting bagi kehidupan manusia, jika musim kemaru terjadi hujan akan sangat jarang terjadi yang akhirnya menyebabkan kekeringan yang akan membawa bencana. Nah dibeberapa daerah di Indonesia ada beberapa rituay yang bisa dibilang cukup anaeh dan unik untuk mendatangkan hujan.kamu mau tahu ritual apa aja itu simak 5 ritual anah untuk mendatangkan hujan di Indonesia berikut ini.
1. Ritual Ojung Di Bondowoso
Di Bondowonso ada sebuah ritual unik untuk mendatangkan hujan ketika kekeringan terjadi ritual ini dikenal dengan nama Ojung. Tradisi ini telah di turunkan turun temurun dan sampai saat ini masih terus di gelar. Ritual Ojung diawali dari tarian Topeng Kuna dan Rontek Singo Wulung dan puncak dari ritual ini adalah Pertandingan adu pukul sebatang rotan. Peserta lelaki dewasa sejak usia 17 tahun hingga usia tua 50 tahunan. Saat wasit memberi aba-aba, pertandingan dimulai dua pemakin inipun adu tangkas memecutkan rotan. Selain untuk memohon hujan, ritual ini juga dimaksudkan untuk menolak bala bagi masyarakat desa sekitar.
2. Ritual Cowongan Kabupaten Banyumas
Ada sebuah ritual unik di Kabupaten Banyumas untuk mendatangkan hujan ritual ini bernama Cawongan yang jika diartikan oleh warga setempat artinya menghiasi wajah jadi ritual cawongan ini adalah ritual yang dengan sengaja dilakukan seseorang untuk menghias wajah, ritual ini dipercaya dapat menurunkan hujan berkat bantuan Dewi Sri yang merupakan dewi pangan yang memberikan kesejahteran bagi umat manusia, melalui doa doa yang dipanjatkan Dewi sri akan menurunkan hujan dari langit, yang boleh melakukan ritual Cowongan hanyalah kaum wanita saja menurut cerita warga setempat yang datang dan merasuk dalam properti cowongan adalah bidadari sehingga kaum laki-laki tidak boleh memegang properti itu. Desa yang sampai saat ini masih melestarikan ritual Cowongan untuk mendatangkan hujan adalah desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.
3. Ritual Unjungan
Ritual Unjungan merupakan ritual yang dilakukan masyarakt di Purbalingga dan Banjarnegara untuk mendtangkan hujan ketika kemarau tiba. Tradisi Unjunga merupakan tradisi mengadu manusia mengunakan rotan yang dilakukan oleh pria dewasa. Sebelum beradu pukul berlangsung biasanya pemain Unjungan akan menari terlebih dahulu dangan iringan musik setelah musik selesai barulah mereka beradu saling memukul mengunakan rotan. Ritual ini akan terrus dilakukan jika hujan belum juga turun namun jumlahnya dihitung secara ganjil. Apabila setelah tiga kali dilaksanakan masih belum turun hujan, maka unjungan tujuh kali begitu seterusnya.
4. Ritual Cambuk Badan Tiban
Ritula cambuk badan tibdan ini dilakukan untuk meminta hujan yang dilakukan oleh warga Desa Wajak, Boyolali, Tulungagung. Ritual ini adalah ritual adu cambuk yang dilakukan oleh pria dewasa. Dulunya tradisi Cambuk badan tiban ini dilakukan oleh Tumenggung Surotani II untuk mencari bibit prajurit yang tanguh namun seiring pergeseran zaman tradisi Cambuk badan tiban dijadikan cara untuk mendatangkan ujan bagi warga setempat, darah yang keluar akibat dari cambukan inilah yang dipercaya warga akan mendatangkan hujan.
5. Ritual Gedub Ende di Bali
Ritual Gedub Ende merupakan ritual masyarakat bali untuk mendatangkan hujan ritual ini dilakukan dengan cara mengadu dua orang dengan cara memukul dengan mengunakan rotan. Rotan disini disebut Ende sedangkan yang namanya Gedub adalah alat yang digunakan untuk mengkis rotan yang digunakan peserta. Jadi pesrta Ritual in akan mengunakan rotan dan penagkis untuk bertarung, dalam pertarungan Gedub Ende ada seorang wasit yang bernama saye. Wasit inilah yang nantinya memberikan peringatan kepada pemain yang melekukan pelangaran. Darah yang ditimbulkan dalam pertarungan Gedub Ende inilah yang diyakini warga akan mendatangkan hujan.
sumber
Senin, 02 Desember 2013
Ternyata Langit di Indonesia Dulu Berwarna Hijau

Entah kenapa,di daerah jawa, orang orang tua dulu gak mengenal warna biru, kalo di tanya tentang warna daun mereka memang jawab ijo, tapi kalo di tunjukin langit warnanya apa mereka nyebut ijo juga. Pas saya tanya apa bedanya
“kalo yang ijo daun warnanya kayak daun, nah kalo yang ijo langit itu ya warnanya kaya langit”
Sompret, dari jaman nenek nenek maen zynga poker pun semua bisa jawab kek gitu.
Dari kesalah pahaman ini pula saya pernah jadi korban kecanggihan kosakata mereka. Di sukabumi saya pernah pe pucet ampir pingsan nahan BAB di posko PDIP gara gara nyari rumah temen gak ketemu,dan kondisi saya lagi sakit perut gara gara kedinginan AC di bis.dan salahnya saya nanyanya ke orang tua, dikasih petunjuk “ rumah yang pager nya warna ijo “, pas ketemu ternyata pagernya warna biru *sompret
Dan kesalah pahaman kedua waktu pertama tinggal di bandung nanyain jalur angkot. Kalo ke margahayu naek aja angkot ‘kijang hejo’. Walhasil sang angkot hejo gak pernah ketemu di jalur tersebut
apa di tempat agan juga sama ??
Kebayang kalo orang indonesia jaman dulu kerjanya jadi penjinak bom, mungkin cerita fiktif dibawah ini bisa mewakilinya :
Sersan : Penjinak Bom 1 : dari Indonesia, pangkatnya masih sersan, kerja di lapangan
Komandan : Penjinak Bom 2 : dari Amerika, pangkatnya udah kolonel, mengontrol dari markas
Washington DC, May 19 1930
bersetting di sebuah gedung yang di pasang bom waktu.seorang prajurit dari indonesia asli bertugas untuk menjinakan bom tersebut,di pandu komandan nya dari markas besar dengan komunikasi via radio
Komandan : “ kijang satu kijang satu ke kijang dua, gimana kondisi di sana ? ganti “
Sersan : “ Saya sedang didepan bom waktu yang akan meledak komandan, mohon instruksi, ganti!”
Komandan : “ Tolong bersihkan area dahulu sersan ! “
Sersan : “ Maksudnya saya ngepel atau nyapu komandan ?atau ngelap ngelap lantai?mohon instruksi!! ganti “
Komandan : “ Bukan!!semprul kamu!! Kamu ambil radius berapa meter dari pusat bom, kamu bersihkan area itu dari obyek yang bisa membahayakan “
Sersan: “ Siap komandan! Laksanakan!! “
Tak lama berselang..
Sersan : “ Lapor komandan, area sudah di bersihkan, ganti!”
Komandan : “ Ok, sekarang fokuskan ke bom waktu, berapa menit lagi waktu tersisa sersan ?? “
Sersan : “ Sekarang menunjukan hitungan mundur 15:00:59 komandan !!”
Komandan : “ Anda hanya punya waktu 15 menit sersan !!, buka tutup bom nya, gunakan obeng !! “
Sersan : ” Kalo saya bongkar nanti garansinya batal dong komandan “
Komandan : “ Semprul Kronis !! memangnya itu elektronik pake ada segel garansinya segala, cepet bongkar !!”
Sersan : “ Siap!! laksanakan !!”
…
Sersan : “ Bom sudah terbuka komandan, disini banyak kabel , mohon instruksi !! ganti!! “
Komandan: “ Potong kabel yang paling dekat dengan kamu sersan!! Sekarang!!“
Sersan : “Siap!! laksana………pret!! “ pembicaraan terpotong
Kondisi markas heboh, komandan marah marah
Komandan : “ Itu prajurit darimana sih!!! Goblok di abisin sendiri!! Saya bilang potong kabel paling dekat !! kabel yang ada di bom itu!! bukan berarti kabel headset yang nempel di badan dia !!”
“ Aktifkan alat komunikasi kedua, panggil dia kembali “ sahut komandan masih dengan marah marah
Operator di markas mengaktifkan alat komunikasi cadangan memanggil sang prajurit di lapangan
Begitu tombol pemanggil di aktifkan, terdengar dari speaker markas
“ …….aza aza …aza aza…” lagu bang rhoma menginterupsi kegiatan militer di markas itu
sepuluh detik akhirnya di angkat..
Sersan : “ Panggilan di copy komandan!!siap terima instruksi “
Komandan: “ Itu tadi kamu apa apaan, kenapa saya panggil kamu ada musik seperti itu hah!!!”
Sersan: “ Itu Ring back Tone namanya komandan, di negara saya sudah biasa “
Komandan: “ ini jalur militer !! jangan main main, kamu sedang didepan bom yang bisa membunuh kamu!! Mengerti kamu !! Edhan!!“
Sersan : “ Siap!! Dimengerti !!”
Di markas, komandan di bantu ajudannya membuka buku mencari data tentang bom jenis apa yang di hadapi prajuritnya di lapangan.Sesekali mereka berdiskusi.
Komandan: “ Sersan!! tolong dicari dari mana asalnya yang tadi !! saya tunggu datanya !!”
Sersan: “ Dari Tasikmalaya asalnya komandan!!! Dari daerah Sodong, Negla, Taraju *nama nama daerah di tasik, makanya disebut grup SONETA komandan, datanya saya tidak ada, Cuma gambar vokalis nya saja yang saya punya, ada di dompet saya komandan !!”
Komandan : “ ARRRRGGGHHH!!! *bunyi seperti orang memakan benda keras. Bego!! Data bom yang saya minta!!!! “
Sersan : “ Oh maaf komandan, bom sudah saya lokalisir hanya tersisa 4 kabel !! mohon instruksi !! “
…
Komandan: “ Potong kabel hijau !!! “
Sersan : “ Siap laksanakan!!! ”
Komandan: “ Seharusnya sekarang bom sudah mati!! Laporkan situasi terakhir sersan!!”
Sersan: “ Bom masih nyala komandan, malah makin cepet !! “
Komandan : “ Kamu tadi potong kabel warna apa!! “
Sersan: “ Hijau komandan !!”
Komandan : “ Mestinya bom nya sudah mati !!! ambil tindakan cepat !! “
Sersan: “ Saya gak bawa koin komandan !!”
Komandan: “ Koin untuk apa??!! “
Sersan : “ kalo gagal kan bisa ngulang lagi dari awal “
Komandan :” Semprul!! Itu bom waktu bukan mesin ding dong “
Sersan: “ Tapi sumpah saya tadi potong yang hijau komandan!!, komandan salah baca kali “
Komandan: “ Monyong!! Udah salah malah ngeyel, memang sekarang sisa kabel warna apa?? “
Sersan: “ Merah, Hitam, Hijau, Kuning !! “
Komandan: “ Lha koq kabel hijaunya ada dua!!! “
Sersan:” Lha memang dua komandan, yang satu ijo daun yang satu ijo langit “
Komandan:” Ngaco kamu!! Langit itu biru bukan ijo!!”
Sersan: “ Langit itu ijo komandan !!!sekali kali komandan maen ke kampung saya!! “
Komandan: “ Moncrot!! Brati tadi kamu potong yang ‘ijo langit’???? “
Sersan : “ Iya komandan !!! siap menunggu instruksi!! ”
Komandan di markas Cuma geleng geleng kepala, bisik bisik ke ajudannya
“bilangin ke personalia, nanti lagi kalo mo rekrut anggota tanya dulu di tempat nya warna langit nya apa “
Sementara dari alat komunikasi sang prajurit memanggil manggil
Sersan: “ Kondisi Darurat komandan!! Bom siap meledak!! Mohon instruksi!!”
Komandan: “ Ok, operasi saya ambil alih, kamu ikuti semua instruksi dan ucapan saya !!”
Sersan: “ Siap Laksanakan !!”
Komandan :” Ina…!! “
Sersan :” Ina ..!!”
Komandan: “ Lilahi !!”
Sersan: “ Lilahi !!”
Komandan: “ Wa ina Ilaihi ..!! “
Sersan : “ Wa ina ilaihi ?? “
Komandan : “ Roji’un…!!”
Sersan : ??%%??**#
Kayaknya memang di indonesia dulu langitnya berwarna hijau
Minggu, 01 Desember 2013
10 Jenis Sarapan Orang Indonesia
10 menu sarapan khas orang Indonesia :
1. Nasi Kuning

Nasi kuning adalah makanan khas Indonesia. Makanan ini terbuat dari beras yang dimasak bersama dengan kunyit serta santan dan rempah-rempah. Dalam tradisi Indonesia warna nasi kuning menggambarkan kekayaan, kemakmuran serta moral yang luhur. Oleh sebab itu nasi kuning sering disajikan pada peristiwa syukuran dan peristiwa-peristiwa gembira seperti kelahiran, pernikahan dan tunangan.
2. Nasi Pecel

Pecel adalah makanan khas Kota Madiun Jawa Timur Indonesia yang terbuat dari rebusan sayuran berupa bayam, tauge, kacang panjang, kemangi, daun turi, krai (sejenis mentimun) atau sayuran lainnya yang dihidangkan dengan disiram sambal pecel. Konsep hidangan pecel ada kemiripan dengan salad bagi orang Eropa, yakni sayuran segar yang disiram topping mayonaise. Hanya saja untuk pecel toppingnya sambal pecel.
3. Lontong Sayur

Lontong jenis ini penyebarannya banyak sekali di Indonesia. Mulai dari lontong sayur Medan sampai yang merayakan Cap Gomeh. Bahannya ya lontong, santan, kacang panjang, bawang goreng, dan lauknya tergantung selera Anda. Tahu bisa, ayam bisa, ikan juga masuk.
4. Mie

Mie adalah menu untuk orang yang inginnya cepat, praktis, murah meriah, dan tidak jago masak. Kadang suka disajikan dengan telor rebus, telor ceplok, ayam, atau pentol bakso. Tapi banyak juga yang asli tidak memakai lauk pauk.
5. Nasi Krawu

Nasi Krawu adalah makanan khas kota Gresik. Makanan ini merupakan campuran dari nasi dan daging sapi dengan kadar minyak yang termasuk tinggi. Ada pula yang menambahkan dengan rempelo (usus, babat, dll), cingur, bahkan mata sapi. Makanan ini tidak memakai sayur-sayuran. Hal yang menarik dari nasi krawu adalah meskipun nasi ini khas Gresik tapi semua penjualnya adalah orang madura.
6. Nasi Kucing

Nasi kucing (atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan "segÄ kucing") bukanlah suatu menu tertentu tetapi lebih pada cara penyajian nasi bungkus yang banyak ditemukan pada warung angkringan. Dinamakan "nasi kucing" karena disajikan dalam porsi yang (sangat) sedikit, seperti menu untuk pakan kucing. Nasi kucing adalah sebentuk nasi rames, dengan menu bermacam-macam: tempe kering, teri goreng, sambal goreng, babat, bandeng, usus, kepala atau cakar ayam serta sate telur puyuh, yg semakin nikmat kalau dibakar dahulu sebentar sebelum disajikan. Nasi kucing dikenal di berbagai tempat di Jawa Tengah (termasuk Yogyakarta) dan sangat populer di kalangan mahasiswa karena harganya lumayan murah untuk ukuran kantong anak kos, selain itu rasanya juga pas di lidah orang Indonesia.
8. Bubur Ayam

Bubur ayam memang favorit banyak orang. Mulai dari anak kecil, remaja, sampai orang dewasa, semua suka bubur ayam. Istilahnya kalo sarapan bubur itu "sabu", tak lain dari "sarapan bubur".
9. Nasi Liwet

Nasi liwet adalah makanan khas kota Solo. Nasi liwet adalah nasi gurih (dimasak dengan kelapa) mirip nasi uduk, yang disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam (daging ayam dipotong kecil-kecil) dan areh (semacam bubur gurih dari kelapa).
Penduduk kota Solo biasa memakan nasi liwet setiap waktu mulai dari untuk sarapan, sampai makan malam. Nasi liwet biasa dijajakan keliling dengan bakul bambu oleh ibu-ibu yang menggendongnya tiap pagi atau dijual di warung lesehan (tanpa kursi). Tempat paling terkenal untuk penjualan nasi liwet (warung lesehan) adalah di daerah Keprabon yang hanya berjualan pada malam hari.
10. Nasi Jagung

Nasi jagung (Nasek ampog) adalah variasi nasi khas bagi masyarakat Madura. Nasi ini terdiri dari nasi putih yang dicampur dengan biji jagung yang telah dimasak bersama dengan nasi tersebut. Nasi jagung sama dengan nasi putih biasa dimakan dengan lauk-pauk lainnya. Nasi ini juga pengganti makan nasi buat penderita diabetes.
1. Nasi Kuning

Nasi kuning adalah makanan khas Indonesia. Makanan ini terbuat dari beras yang dimasak bersama dengan kunyit serta santan dan rempah-rempah. Dalam tradisi Indonesia warna nasi kuning menggambarkan kekayaan, kemakmuran serta moral yang luhur. Oleh sebab itu nasi kuning sering disajikan pada peristiwa syukuran dan peristiwa-peristiwa gembira seperti kelahiran, pernikahan dan tunangan.
2. Nasi Pecel

Pecel adalah makanan khas Kota Madiun Jawa Timur Indonesia yang terbuat dari rebusan sayuran berupa bayam, tauge, kacang panjang, kemangi, daun turi, krai (sejenis mentimun) atau sayuran lainnya yang dihidangkan dengan disiram sambal pecel. Konsep hidangan pecel ada kemiripan dengan salad bagi orang Eropa, yakni sayuran segar yang disiram topping mayonaise. Hanya saja untuk pecel toppingnya sambal pecel.
3. Lontong Sayur

Lontong jenis ini penyebarannya banyak sekali di Indonesia. Mulai dari lontong sayur Medan sampai yang merayakan Cap Gomeh. Bahannya ya lontong, santan, kacang panjang, bawang goreng, dan lauknya tergantung selera Anda. Tahu bisa, ayam bisa, ikan juga masuk.
4. Mie

Mie adalah menu untuk orang yang inginnya cepat, praktis, murah meriah, dan tidak jago masak. Kadang suka disajikan dengan telor rebus, telor ceplok, ayam, atau pentol bakso. Tapi banyak juga yang asli tidak memakai lauk pauk.
5. Nasi Krawu

Nasi Krawu adalah makanan khas kota Gresik. Makanan ini merupakan campuran dari nasi dan daging sapi dengan kadar minyak yang termasuk tinggi. Ada pula yang menambahkan dengan rempelo (usus, babat, dll), cingur, bahkan mata sapi. Makanan ini tidak memakai sayur-sayuran. Hal yang menarik dari nasi krawu adalah meskipun nasi ini khas Gresik tapi semua penjualnya adalah orang madura.
6. Nasi Kucing
Nasi kucing (atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan "segÄ kucing") bukanlah suatu menu tertentu tetapi lebih pada cara penyajian nasi bungkus yang banyak ditemukan pada warung angkringan. Dinamakan "nasi kucing" karena disajikan dalam porsi yang (sangat) sedikit, seperti menu untuk pakan kucing. Nasi kucing adalah sebentuk nasi rames, dengan menu bermacam-macam: tempe kering, teri goreng, sambal goreng, babat, bandeng, usus, kepala atau cakar ayam serta sate telur puyuh, yg semakin nikmat kalau dibakar dahulu sebentar sebelum disajikan. Nasi kucing dikenal di berbagai tempat di Jawa Tengah (termasuk Yogyakarta) dan sangat populer di kalangan mahasiswa karena harganya lumayan murah untuk ukuran kantong anak kos, selain itu rasanya juga pas di lidah orang Indonesia.
8. Bubur Ayam

Bubur ayam memang favorit banyak orang. Mulai dari anak kecil, remaja, sampai orang dewasa, semua suka bubur ayam. Istilahnya kalo sarapan bubur itu "sabu", tak lain dari "sarapan bubur".
9. Nasi Liwet

Nasi liwet adalah makanan khas kota Solo. Nasi liwet adalah nasi gurih (dimasak dengan kelapa) mirip nasi uduk, yang disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam (daging ayam dipotong kecil-kecil) dan areh (semacam bubur gurih dari kelapa).
Penduduk kota Solo biasa memakan nasi liwet setiap waktu mulai dari untuk sarapan, sampai makan malam. Nasi liwet biasa dijajakan keliling dengan bakul bambu oleh ibu-ibu yang menggendongnya tiap pagi atau dijual di warung lesehan (tanpa kursi). Tempat paling terkenal untuk penjualan nasi liwet (warung lesehan) adalah di daerah Keprabon yang hanya berjualan pada malam hari.
10. Nasi Jagung

Nasi jagung (Nasek ampog) adalah variasi nasi khas bagi masyarakat Madura. Nasi ini terdiri dari nasi putih yang dicampur dengan biji jagung yang telah dimasak bersama dengan nasi tersebut. Nasi jagung sama dengan nasi putih biasa dimakan dengan lauk-pauk lainnya. Nasi ini juga pengganti makan nasi buat penderita diabetes.
Sumber: http://mrcoppas.blogspot.com/2011/10/10-jenis-sarapan-orang-indonesia.html
Sabtu, 23 November 2013
Setelah Pesan Senjata Kini Irak Pesan Pesawat Dari Indonesia
Kualitas produk buatan Indonesia mulai diakui di mata Internasional. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku senang mendengar pernyataan Irak yang berencana memesan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Dahlan mengapresiasi upaya dan keberhasilan Wakil Menteri Pertahanan Indonesia yang telah sukses mema
sarkan dan mengangkat nama PT DI di negara timur tengah.
"Kita terima semua (pesanan), saya senang sekali wamenhan kita dari Irak dan menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad dan Dahana," ungkap Dahlan ketika ditemui di Kementerian BUMN, Senin (27/8).
Dahlan mengaku telah lama mendengar berita rencana Irak membeli pesawat dan senjata buatan Indonesia. Saat Dahlan berkunjung ke Irak untuk umrah, dia mendengar rencana tersebut.
"Tetapi saya dengar kunjungan wamenhan sukses sekali, Irak percaya sekali dengan senjata buatan indonesia," jelasnya.
"Kita terima semua (pesanan), saya senang sekali wamenhan kita dari Irak dan menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad dan Dahana," ungkap Dahlan ketika ditemui di Kementerian BUMN, Senin (27/8).
Dahlan mengaku telah lama mendengar berita rencana Irak membeli pesawat dan senjata buatan Indonesia. Saat Dahlan berkunjung ke Irak untuk umrah, dia mendengar rencana tersebut.
"Tetapi saya dengar kunjungan wamenhan sukses sekali, Irak percaya sekali dengan senjata buatan indonesia," jelasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)